CakrawalaNews.co – Rencana Pemerintah Kota Surabaya mengajukan pinjaman sebesar Rp 452 miliar ke Bank Jatim mendapat ruang positif dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota.
Pinjaman ini dinilai sebagai opsi realistis untuk menjaga keberlanjutan program-program prioritas yang rawan tertunda akibat turunnya pendapatan daerah, terutama dari Dana Bagi Hasil (DBH) Provinsi Jawa Timur.
Anggota Banggar DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan yang sudah masuk dalam APBD Murni 2025 berisiko tidak terealisasi akibat perbedaan signifikan antara target dan realisasi pendapatan.
Hal inilah yang menjadi sebab perlunya opsi pembiayaan alternatif yang sah dan rasional.
“Beberapa program yang sudah direncanakan di APBD Murni 2025 terancam tidak jalan karena ada penurunan dana bagi hasil dari Pemprov, dari Rp 1,6 triliun jadi sekitar Rp1,2 triliun. Maka dari itu diperlukan pembiayaan alternatif untuk menjaga stabilitas program,” kata Achmad, Senin (28/7/2025).













