Menurutnya, posisi Sekda sangat strategis karena menjadi motor penggerak utama birokrasi. Oleh karena itu, pemilihan figur yang tepat akan menentukan efektif tidaknya jalannya pemerintahan.
“Sekda itu jantungnya birokrasi. Harus orang yang cakap, punya leadership kuat, dan mampu mengelaborasi seluruh program Pemkot agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambah Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya itu.
Lebih lanjut, ia menyebut tantangan pembangunan Surabaya yang semakin kompleks harus diimbangi dengan kepemimpinan birokrasi yang kuat, visioner, dan bersih dari kepentingan politik.
Komisi A, lanjut Cak YeBe, akan memastikan proses seleksi berlangsung adil dan akuntabel. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya seleksi agar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial belaka.
“Jangan sampai proses ini sekadar formalitas. Kami akan kawal penuh, karena ini menyangkut masa depan Surabaya,” pungkasnya.












