Menurut Fathoni, pengawasan dan pengelolaan air tanah yang bijak menjadi kunci untuk mencegah bencana ekologi di masa depan, seperti tanah ambles atau kerusakan struktur bawah tanah yang dapat mengancam keselamatan generasi mendatang.
“Kita perlu pikirkan ini, agar tidak ada penggunaan air bawah tanah yang berlebihan dan tanpa izin. Jangan sampai terbentuk rongga bawah tanah yang bisa mengancam kehidupan anak cucu kita kelak,” katanya.
Mas Toni pun kemudian mendoakan agar Kota Surabaya semakin maju dan menjadi kota yang layak huni dalam berbagai aspek.
“Di Tanah Suci kami doakan, Surabaya yang sedang berulang tahun semakin maju dan berkembang. Semoga para pemimpinnya diberi kekuatan dan kekompakan untuk membawa kota ini menuju gerbang yang dicita-citakan,” pungkasnya.












