Karena kebutuhan ataupun alasan ekonomi sehingga banyak perempuan-perempuan yang bekerja di tempat-tempat hiburan malam. Dan karena alasan perempuan-perempuannya sendiri berkenan atau merasa enjoy untuk melakukan hal tersebut.
“Hal ini yang secara tidak sadar menjadi pintu masuk terjadinya kejahatan dan pelecehan terhadap perempuan,” tambahnya.
Menurutnya, permasalahan tersebut menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bersama bagaimana bisa mencarikan alternatif pekerjaan lain yang lebih baik bagi kaum perempuan, tanpa adanya eksploitasi terhadap perempuan.
“Misal pekerjaan menjadi guru-guru paud, pendamping ataupun pelaku UMKM,” tutupnya.(ADV)












