“Alhamdulillah, pemeriksaan kesehatan lancar. Mohon doa agar semua agenda ke depan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, Senin (17/2/2025).
Ia mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya, dirinya dan Armuji telah menjalani medical check-up di RSUD Dr. Soewandhie, Surabaya, dengan hasil normal dan sehat.
Namun, setibanya di Jakarta, hasil tes menunjukkan kadar kolesterolnya naik dari 170 menjadi 210, serta tekanan darah yang sedikit meningkat.
“Mungkin karena kurang tidur dan makan makanan berlemak sebelum tes. Kami baru tidur jam 03.00 WIB karena menyiapkan berbagai hal untuk pelantikan,” katanya.
Bagi Eri Cahyadi dan Armuji, pelantikan kali ini terasa spesial karena akan dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
“Pada periode pertama, kami dilantik oleh Gubernur Jawa Timur. Kali ini, dilantik langsung oleh Presiden tentu terasa berbeda. Setelah pelantikan, seluruh kepala daerah akan langsung bertolak ke Magelang untuk retret,” jelasnya.
Sesuai jadwal, gladi kotor akan dilaksanakan pada 18 Februari, diikuti dengan gladi bersih pada 19 Februari 2025.
Eri menekankan bahwa retret ini menjadi kesempatan untuk menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan program nasional di bawah arahan Presiden.
“Ini pengalaman yang sangat berharga. Selain dilantik langsung oleh Presiden, kami juga bisa bertukar pikiran dengan kepala daerah lainnya untuk membawa perubahan positif, khususnya bagi Surabaya,” tuturnya.
Sebagai penutup, ia meminta doa restu dari seluruh warga Surabaya agar kepemimpinannya bersama Armuji selama lima tahun ke depan dapat berjalan lancar.
“Mohon doa dari seluruh warga Surabaya agar kami diberi kelancaran dalam pelantikan, retret, dan menjalankan amanah ini untuk kemajuan kota tercinta,” pungkasnya.












