“Ini untuk menunjukkan bahwa wisata religi ada di Surabaya,” katanya.
Ketua komisi D ini mengatakan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata harus jemput bola guna memperkenalkan sejumlah destinasi wisata dan event yang digelar guna menarik wisatawan.
“Banyak hal yang bisa dijual Disbudpar, dari ikon dan produk-produk yang ada,” tegasnya.
Agustin mengungkapkan, total anggaran belanja langsung dan tak langsung di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mencapai Rp. 47,3 M pada tahun 2018. Dalam APBD 2018, belanja langsung Rp. 34 M dan Belanja Tak Langsung 13 M. Belanja langsung ini adalah anggaran untuk kegiatan event promosi wisata.












