“Adanya alokasi baru ini tentu berpotensi mengurangi kebutuhan pinjaman yang sebelumnya direncanakan oleh pemerintah kota. Dana yang tidak lagi digunakan untuk MBG bisa dialokasikan kembali ke pos-pos anggaran yang lebih prioritas,” jelas Eri.
Eri juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Pemkot Surabaya telah melakukan efisiensi anggaran untuk pelaksanaan MBG, termasuk pemangkasan belanja non-pembangunan seperti perjalanan dinas, alat tulis kantor, serta kegiatan seremoni yang tidak berdampak langsung pada pembangunan.
“Anggaran yang sudah direfocusing untuk MBG kemarin mayoritas berasal dari belanja yang bisa ditekan, seperti perjalanan dinas dan kebutuhan operasional. Dengan perubahan ini, kami ingin memastikan anggaran yang ada benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.













