Ia menjelaskan bahwa ada tiga aspek utama yang harus menjadi acuan dalam menilai proyek ini, Dampak terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya warga sekitar yang bisa terdampak secara ekonomi. Potensi kerusakan lingkungan, termasuk ancaman terhadap ekosistem laut dan keseimbangan alam. Keberlanjutan proyek, apakah akan membawa manfaat jangka panjang atau justru menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Sampai saat ini kami melihat belum ada titik temu antara pengembang dan masyarakat. Banyak warga yang menolak karena proyek ini berpotensi mengancam mata pencaharian mereka, terutama para nelayan dan petani tambak,” tambahnya.
PKB juga menyoroti minimnya kajian alternatif yang dilakukan oleh pihak independen. Menurut Tubagus, saat ini kajian yang beredar masih didominasi oleh sudut pandang pengembang.













