Surabaya, CakrawalaNews.co – Ancaman cuaca panas ekstrem di Surabaya mendapat perhatian serius DPRD Kota Surabaya.
Komisi D DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) tidak hanya berfokus pada penanganan ketika warga sudah menjadi korban, tetapi memperkuat langkah pencegahan dan sistem kesiapsiagaan menghadapi heat stroke.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Dr. Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes, meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kasus heat stroke yang terjadi.
Menurutnya, pemerintah perlu memiliki gambaran yang jelas mengenai karakteristik korban dan kondisi di lapangan agar kebijakan yang disusun benar-benar tepat sasaran.
Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) memaparkan sejumlah data, mulai dari lokasi kejadian, usia dan pekerjaan korban, faktor risiko, tingkat keparahan, penanganan medis hingga luaran pasien.
“Berdasarkan kenaikan kasus tersebut, berikut 10 poin yang dapat disampaikan dalam rapat bersama Dinkes, BPBD, PMI dan RSUD,” kata Michael pada Senin, 26 Oktober 2026.
Selain evaluasi kasus, Michael mendorong percepatan Heat Action Plan Kota Surabaya.
Ia menyoroti rencana aksi menghadapi panas yang pada Oktober 2026 masih dalam tahap penyusunan oleh Pemkot bersama PMI dan BPBD dan ditargetkan rampung pada November 2026.
Menurutnya, penyusunan dokumen saja tidak cukup.







