“Dengan Sister City memungkinkan dibuat kerjasama di bidang budaya. Melalui tampilan seni Belanda digabungkan dengan Kota Surabaya, ditampilkan di Balai Pemuda seperti dulu,” tuturnya.
Beberapa hal yang dibutuhkan Kota Surabaya itu, mulai dari budaya, sejarah, olahraga, inovasi hingga saluran telah disampaikan Wali Kota Eri kepada Dubes Belanda Marc Gerritsen. Harapannya, kota-kota di Belanda yang memiliki kemiripan dengan Surabaya dapat mempercepat upaya Sister City ini.
“Ada beberapa kota yang mungkin sama dengan apa yang kita punya di Surabaya. Kita sampaikan ke Pak Dubes melalui Konsulat Belanda sehingga yang cocok mana, kami akan visit ke Belanda,” ujar dia.
Sementara itu, Dubes Belanda, Marc Gerritsen mengatakan bahwa Surabaya adalah kota yang penting karena sejarah dan juga luas areanya. Ketika berbicara tentang sejarah, Kota Surabaya sangat mengesankan karena berhasil melestarikan dan merawat bangunan-bangunan bersejarah.
“Secara ekonomi, Kota Surabaya juga menghadapi hal yang sama seperti yang ada di Belanda, termasuk pengelolaan air, penanganan banjir, dan lain. Saya kira akan banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama,” kata Marc Gerritsen.
Marc Gerritsen pun mengundang Wali Kota Eri untuk mengirimkan delegasinya berkunjung ke Belanda, berdiskusi dengan para pakar dan ahli terutama dalam bidang pengelolaan air dan juga pengembangan ekonomi.













