cakrawalanews.co – Langkah-langkah strategis pengamanan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 telah dipersiapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama kepolisian dan instansi terkait.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru menyebutkan bahwa Dishub akan memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang selama periode Nataru 2024/2025.
Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Peraturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
“Pembatasan operasional ini salah satunya untuk truk bersumbu tiga atau lebih, seperti trailer dan tronton, dilarang melintas, kecuali yang mengangkut bahan pokok. Harapannya agar di jalan agak renggang, sehingga kecepatan kendaraan lebih bisa terjaga,” tegas dia.
Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman menyampaikan, bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyekatan di delapan titik batas Kota Surabaya saat malam Tahun Baru. Termasuk diantaranya Bundaran Waru, Karang Pilang, MERR (Middle East Ring Road) – Rungkut, dan Jembatan Suramadu sisi Surabaya.
“Penyekatan ini bukan untuk menutup Surabaya bagi warga luar, namun kita tidak menerima aktivitas yang mengacau atau mengganggu kenyamanan dan ketertiban yang kemungkinan itu datang dari luar Surabaya,” ujar dia.
Tidak hanya itu, Arif menegaskan bahwa pencegahan terkait konvoi kendaraan pada malam pergantian tahun tak luput menjadi fokus utama. Pun demikian antisipasi terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot brong.
“Karena konvoi (kendaraan) itu lebih banyak mudharat daripada manfaat, sehingga mengganggu lalu lintas dan kenyamanan pengendara yang lain. Termasuk juga (kendaraan) yang menggunakan knalpot suara bising,” pungkasnya.
Arif juga menyebut bahwa operasi Lilin untuk pengamanan Nataru di Kota Pahlawan akan fokus pada Pos PAM di 25 titik strategis dan satu Pos Terpadu di Taman Bungkul.
“Kurang lebih ada 25 Pos PAM tergelar di seluruh Kota Surabaya dan 1 Pos Terpadu di Taman bungkul. Dengan harapan, Pos Terpadu nanti bisa menjadi pusat operasi ataupun pusat kegiatan dari Operasi Lilin,” kata AKBP Arif.(cn01)



