Cakrawala PendidikanCakrawala Surabaya

Dari Dongeng hingga Komik, Cara Disperpusip Surabaya Bikin Anak Tak Jenuh Membaca

×

Dari Dongeng hingga Komik, Cara Disperpusip Surabaya Bikin Anak Tak Jenuh Membaca

Sebarkan artikel ini
Kepala Disperpusip Kota Surabaya Yusuf Masruh.
Kepala Disperpusip Kota Surabaya Yusuf Masruh.

Surabaya, CakrawalaNews.co | Membangun budaya literasi anak tidak cukup hanya dengan menyediakan buku. Kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak usia dini dan dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga.

Hal itu menjadi perhatian Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Surabaya, Yusuf Masruh. Ia menilai anak perlu dikenalkan bahwa membaca bukan aktivitas yang membebani, melainkan kegiatan yang menyenangkan.

Menurut Yusuf, upaya tersebut telah dilakukan melalui berbagai program literasi yang menyasar anak sejak usia dini. Salah satunya melalui kegiatan mendongeng yang dinilai dapat memperkaya kosakata sekaligus membangun ketertarikan anak terhadap buku.

“Jadikan ini kan sudah anu ya Mbak, sinergi ya. Literasi untuk warga Kota Surabaya. Kemarin itu kita sudah ada program Ceria. Jadi sama bunda-bunda pemula itu harapannya Pak ini mulai belajar, Mbak. Yang membaca itu menyenangkan gitu lho,” kata Yusuf pada Selasa (1/9/2026).

Ia menekankan, pembiasaan menjadi kunci. Anak-anak tidak bisa serta-merta diminta gemar membaca jika sebelumnya tidak pernah melihat aktivitas tersebut dilakukan di lingkungan keluarga.

Karena itu, Yusuf mendorong orang tua memberikan contoh sederhana di rumah. Tidak perlu dalam durasi panjang, membaca bersama selama 10 hingga 15 menit setiap hari dinilai sudah dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan.

“Kalau ibu bapaknya di rumah itu ya minimal 10 menit 15 menit membaca, insyaAllah anak-anak kan juga ikut membaca. Tu yang untuk literasi ya, memang kita garap di yang usia dini dulu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *