
Surabaya, cakrawalanews.co – Hujan deras yang mengguyur kota Surabaya menyebabkan banjir di sejumlah kawasan kota.
Menanggapi kondisi itu, anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya Vincensius Awey menilai, banjir terjadi akibat pembangunan saluran air yang ada belum terintegrasi.
Saluran air primer, sekunder dan tersier tidak terkoneksi dengan baik, sehingga terjadi bottleneck.
“Pembangunan tidak masif, terselesaikan di satu lokasi. Namun terbagi secara merata ke RT, RW,” terangnya. Jumat (24/11).
Awey mencontohkan, pembangunan proyek saluran air di kawasan Jalan Raya Made. Di wilayah itu, pembanguan saluran yang berlangsung selama 2 tahun, pengerjaannya hanya berjalan seperempat dari proyek yang harus diselesaikan.













