Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf mengajak kiai, tokoh agama dan ulama untuk bersama-sama meredam konflik yang terjadi di Selok Awar-Awar Kab. Lumajang.
“Intinya masyarakat harus coling down atau menahan diri agar tidak terpancing konflik yang terjadi terkait aktifitas penambangan pasir. Kiai harus memberi informasi yang menyejukkan bagi masyarak Kab. Lumajang agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan,” ujarnya saat berdialog dengan Bupati, kiai dan tokoh masyarakat di Pendopo Kab. Lumajang, Jumat (6/11).
Menurutnya, keberadaan penambangan pasir harus memperhatikan banyak aspek, salah satunya aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Terutama kesejahteraan masyarakat sekitar daerah tambang yang mata pencahariaanya berasal dari situ.
Gus Ipul menitipkan beberapa hal agar situasi di selok awar-awar kondisinya bisa kondusif. Masyarakat harus coling down atau menahan diri. “Saya menghimbau kepada masyarakat untuk coling down dengan menahan diri sekaligus kita menunggu proses hukum yang berjalan,” terangnya.












