“Nah, ini PROKESRA tahun 2024 akan kita tambah modal, sehingga akan bisa ekspansi lebih banyak lagi yang akan disentuh, diintervensi oleh pihak pemerintah,” lanjutnya.
Anik berharap, dengan adanya program-program tersebut, kemiskinan dan pengangguran di Jawa Timur bisa berkurang. Di sisi lain, ia juga mengajak pelaku UMKM untuk memanfaatkan digitalisasi dan pasar online yang sudah ada mitra kerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
“Karena faktanya penjualan online persentase income nya dua kali lipat dari offline. Ini seiring dengan program Millenial Job Center atau MJC, saya melihatnya masih belum maksimal, sudah ada program itu tapi implementasinya belum maksimal,”pungkasnya.












