“Indonesia dan Kota Surabaya tiada henti berbenah diri. Memperbaiki diri dan menyempurnakan. Menuju terwujudnya masyarakat adil dan makmur, seperti yang dicita-ciptakan para pendiri bangsa ini,” kata Adi.
Dikatakan, sejak awal Agustus lalu memasuki bulan kemerdekaan, terasa antusiasme dan gelora di masyarakat untuk menyambut usia kemerdekaan Indonesia ke-78. Kampung-kampung dihias, dipercantik dan semarak, dengan gotong royong masyarakat.
Lomba-lomba digelar, unik dan khas, serta merakyat, yang mengundang gelak tawa dan keceriaan. Kebahagiaan terpancar kuat dari wajah setiap insan.
“Kemarin malam, 16 Agustus, kita melakukan tirakatan dan tasyakuran di kampung-kampung di Surabaya. Semua kampung menggelar tirakatan dan tasyakuran. Sambil melakukan rembuk kampung. Berbenah menuju situasi yang lebih baik,” kata Adi.
Mengutip Bung Karno, kata Adi, kemerdekaan adalah jembatan emas yang di seberangnya didirikan negeri berdaulat, melindungi segenap tumpah darah Indonesia, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.













