Ia berharap pemerintah secepatnya mengalokasikan anggaran untuk Bulog supaya mereka bisa membeli beras petani yang akan memasuki panen raya. “Kalau bisa Bulog membeli langsung ke petani. Jangan membeli lewat sejumlah mitra saja,” harap Agus Dono.
Menurut politikus yang juga seorang pengusaha kopi ini, pemerintah provinsi dan Bulog juga harusnya lebih tanggap kenapa gencar melakukan operasi pasar beras murah di berbagai daerah tapi tidak berdampak signifikan untuk menstabilkan harga beras di Jatim.
Tak hanya itu, lanjut pria yangl juga pengusaha kopi ini mengatakan dari informasi di lapangan juga kalau penyebab mahalnya harga beras disinyalir adanya kecurangan di pasaran.
“Saya dapat informasi kalau Bulog sudah gencar melakukan operasi pasar dengan harga di kisaran Rp 8300 per kg. Namun harga beras tetap mahal di pasaran. Ini tentunya ada kecurangan di pasaran dan diduga ada mafia beras dibalik ini semua,” dalih Agus Dono.












