Menurut Anwar Sadad, di balik kegiatan pelatihan tersebut ada agenda besar yang ingin didapat yaitu menyiapkan tenaga terampil menyambut geliat investasi di Jatim yang dalam beberapa tahun terakhir meningkat. “Karena jika tidak menyiapkan tenaga terampil dengan baik, risikonya akan diisi oleh tenaga kerja asing,” tegasnya.
Anwar Sadad, mengaku tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya. Di satu sisi kinerja investasi di Jatim begitu moncer, tapi di sisi lain pengangguran tak kunjung membaik. “Tingkat pengangguran terbuka di tahun 2022 naik 1,57 persen dibandingkan tahun 2020, padahal realisasi investasi pada paruh pertama 2022 tumbuh 69,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.












