Karena, menurut KH Moch Amrodji, berpotensi memecah belah masyarakat, maka dari itu, pihaknya menggunakan istilah bahasa menyangoni para pendakwah. “Kita nyangoni bahasanya, nyangoni kepada para pendakwah LDII,” katanya
Meski demikian, kata KH Moch Amrodji, agar bisa menyampaikan bahasa dengan santun dan baik. “Karena kita negara besar, negara yang majemuk yang banyak suku bangsa dari Sabang sampai Merauke yang luar biasa kemajemukan ini,” terangnya.
Jika ini sampai kesulut masalah sara atau agama, menurut KH Moch Amrodji, akan menjadi terpecah belah satu sama lain. “Itu nggak boleh,” tuturnya
Maka itu, diharapkan tetap membangun ukhuwah baik itu ukhuwah basyariyah maupun wathaniyah. “Itu yang kita harapkan para penda’i kita,” harapannya.
Meski demikian, kata KH Moch Amrodji, ini bagian dari delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa.“Tadi sudah disampaikan ada 8 pengabdian untuk bangsa,” katanya
KH Moch Amrodji menjelaskan, pertama permasalahan kebangsaan, keagamaan, ekonomi, pendidikan, pangan dan lingkungan hidup, kesehatan herbal, teknologi digital dan energi baru. “Kita sekarang sedang menggarap masalah keagamaan,” katanya.












