Hal yang sama juga disampaikan Ketua Surabaya Creative Network (SCN), Hafsoh Mubarok. Dia menyatakan, bahwa penghargaan ini sangat pantas diberikan kepada 10 orang Lakone Suroboyo yang sudah ikut berkontribusi dan bekerja keras membantu pemulihan Kota Surabaya sampai saat ini. “Matur nuwun (terima kasih) sudah berjuang dan hingga saat ini kita masih bertahan,” kata Hafsoh.
Kesepuluh penerima penghargaan ini mewakili lima kategori dalam Awarding Lakone Suroboyo. Yakni, kategori Pahlawan Pendidikan, Pahlawan Kesehatan, Pahlawan Sosial, Pahlawan Kampung dan Pahlawan Mitra. Para nominator ini pun sebelumnya telah melewati seleksi dan voting. “Kami mewakili Surabaya Creative Network dan warga Surabaya menyampaikan terima kasih,” ungkap Hafsoh.
Satu di antara 10 penerima awarding penghargaan itu adalah Zubaidullah. Pria yang akrab disapa Ubaid ini merupakan warga Kelurahan Kendangsari yang berhasil menyulap wilayahnya menjadi kampung ramah lingkungan dan sigap terhadap pandemi Covid-19. “Kami sebagai Lakone Suroboyo sangat bangga dengan Pak Wali Kota. Kami tidak akan berhenti dengan penghargaan ini, tapi ini menjadi tanggung jawab kita untuk memacu semangat kepada tim untuk terus mengedukasi masyarakat,” kata Ubaid.
Tak hanya itu, pendiri Komunitas Muda-Mudi Surabaya (KMS) yang bergerak di bidang lingkungan itu pun juga mengapresiasi Wali Kota Eri Cahyadi. Menurut dia, sebagai wali kota, Eri Cahyadi berhasil mendorong para pejabat strukturalnya untuk tidak hanya duduk di kantor, tapi juga mau terjun ke masyarakat. “Pak wali kota beliau orangnya juga luar biasa. Matur nuwun (terima kasih) atas penghargaan yang telah diberikan kepada kami,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kesepuluh orang penerima penghargaan ini adalah Yosep Hendra Putra dari Geng Gemes (Gerakan Mengajak Sedekah), Ariani Safitri (Komunitas Kumpul Dongeng), Zubaidulloh (Penggerak Kampung Ramah Lingkungan dan Sigap Terhadap Pandemi), Muhammad Cholil (Penggerak Kampung Ramah Lingkungan dan Sigap Terhadap Pandemi), dan dr Makhyan Jibril (Pakar Inovasi Kesehatan Digital Satgas Covid-19 Jawa Timur).



