Berdasarkan pantauan di lapangan, lanjut Agung, harga Minyak Goreng mulai berangsur normal pasca kebijakan tersebut diterapkan sejak 19 Januari lalu. Baik itu pasar ritel modern maupun di pasar tradisional. “Masyarakat dibawah senang, karena minyak goreng sudah ga mahal lagi,” sebut dr Agung.
Diungkapkannya, kebijakan ini sangat membantu masyarakat. Karena minyak goreng ini termasuk kebutuhan pokok rumah tangga, dimana sejak beberapa bulan lalu harga meroket tinggi bahkan langka. “Nah saat ini saya cek di lapangan, stock maupun harga sudah berangsur normal,” terang politisi dari daerah pemilihan Jawa Timur IV Situbondo, Banyuwangi dan Bondowoso ini.
Menurutnya, kebijakan ini perlu didukung bersama oleh seluruh stakeholder baik itu pengusaha besar, pabrik, distributor hingga ritel kecil. “Kalau kebutuhan masyarakat terpenuhi, maka otomatis dapat menekan laju inflasi di Jawa Timur,” pungkas Dokter Agung yang juga Ketua Komisi D DPRD Jatim.



