Untuk itulah Pemkab Brebes melalui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sedang mengusulkan Situs Buton ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi geopark.
Menurutnya, usulan tersebut selain sebagai upaya pelestarian terhadap warisan geologi, pusat pendidikan, sekaligus untuk tempat wisata, sehingga memberikan peluang kesejahteraan ekonomi bagi warga setempat dan sekitarnya serta sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu juga dikuatkan kajian yang sebelumnya disampaikan Didit Hadi Barianto, peneliti dari UGM Yogyakarta, bahwa Situs Buton meliputi tiga kecamatan yaitu Bumiayu, Tonjong dan Bantarkawung. Cakupan kawasannya meliputi enam sungai yang diantaranya Sungai Pemali, Sungai Glagah, Sungai Bodas, Sungai Cisaat dan Sungai Gintung.
Menurut peneliti purbakala itu, Situs Buton sangat layak dijadikan geopark mengingat ditemukannya homo erectus yang kelasnya mendunia. Pasalnya, homo erectus baru ditemukan di lima negara, dimana salah satunya di Bumiayu dan Tonjong.
Babinsa Ali menambahkan, dengan selesainya bangun utama museum itu maka diharapkan Pemkab akan melanjutkan penataan fasilitas maupun peningkatan infrastruktur pendukungnya secara bertahap, sehingga diharapkan dapat menjadikan Galuh Timur sebagai destinasi wisata sejarah berskala nasional dan bahkan internasional.
“Jika berkunjung ke desa kami juga ada tambahan tujuan wisata yaitu Candi Gagang Golok atau Situs Kali Puncung (di Dukuh Kali Pucung, di areal hutan jati Perhutani KPH Pekalongan Barat), kemudian Makamdawa (makam panjang), dan juga Saka Kembar (tiang kembar) di Jembatan Kali Belang,” tandasnya.












