“Dapur anak dan balita yang kita siapkan ini untuk memastikan kondisi gizi anak-anak pengungsi tetap terjaga,” ujarnya.
Adapun menu makanan tambahan gizi yang disajikan, berupa, Sosis panggang, sop buah, telur gulung, bubur bayi, biscuit dan susu, serta buah-buahan.
Sementara, guna memantau kondisi tersebut, BPBD Jatim terus melakukan penyapaan kepada para pengungsi, baik dari kalangan dewasa, lansia maupun anak-anak yang berada di beberapa pos pengungsian.
“Alhamdulillah, disini lebih longgar. Kamar mandinya juga lebih banyak,” ujar Sri Wahyuni (31), pengungsi dengan dua anak saat ditanya soal perpindahan lokasi pengungsian dari Kantor Kecamatan Candipuro.
Khusus terkait aktivitas Dapur Umum Anak dan Balita, BPBD Jatim telah menurunkan Tim Srikandi BPBD untuk melakukan penyiapan makanan tambahan gizi dan mendistribusikannya kepada anak-anak pengungsi.
Rencananya, dapur balita ini, akan memberikan pelayanan di pos pengungsi secara bergilir dari satu tempat ke tempat yang lain.



