Kemudian, Gubernur bersama Kapolrestabes Surabaya dan Dirlantas Polda Jatim juga akan membicarakan terkait usulan identitas taksi online, jika dalam Peraturan Menteri nantinya tidak mengharuskan berpelat kuning, akan ditandai dengan apa. “Sebab sopir-sopir angkutan kota tadi tidak setuju jika identitas taksi online cuma ditandai dengan stiker karena mudah mengelupas,” ujarnya.
Penasihat Komunitas Angkutan Kota Surabaya, Edi Hasibuan mengapresiasi upaya Gubernur Soekarwo yang akan memfasilitasi tuntutan para sopir angkutan konvensional se- Surabaya tersebut. “Dengan begitu kami tidak perlu menggelar aksi turun ke jalan yang berpotensi anarkis seperti yang telah terjadi di Bandung,” katanya.



