Surabaya, CakrawalaNews.co | Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melontarkan teguran keras kepada jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya yang dinilai lamban menangani sejumlah titik kemacetan.
Salah satu yang menjadi sorotannya adalah kemacetan di kawasan Pakuwon Mall hingga Jalan Mayjen HR Muhammad yang disebut belum mendapat penanganan optimal selama sekitar tiga bulan. Teguran itu disampaikan Eri saat memimpin apel di Balai Kota Surabaya, Kamis (16/7/2026).
Ia meminta seluruh jajaran Dishub lebih proaktif melakukan rekayasa lalu lintas di lokasi rawan macet tanpa harus menunggu instruksi langsung dari dirinya.
“Hari ini teman-teman Dishub dan Satpol yang ada di ruas jalan, kalau di jam tertentu ketika macet harus membuat rekayasa lalu lintas. Jangan menunggu saya telpon,” sebut Wali Kota Eri.
Menurut Eri, kemacetan yang terus berulang akan mengurangi kenyamanan masyarakat saat berkendara, terutama pada jam-jam sibuk. Karena itu, ia menyayangkan belum adanya langkah cepat dari Dishub dalam mengurai kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Ia mencontohkan kemacetan yang terjadi di kawasan Pakuwon Mall hingga Jalan Mayjen HR Muhammad pada sore hari. Menurutnya, persoalan tersebut sudah menjadi perhatian sejak tiga bulan lalu, namun belum ditindaklanjuti secara maksimal.
“Jangan seperti itu, kalau saya bilang segera diselesaikan ya dilakukan. Jangan nggak segera dilakukan, sampai akhirnya terjadi macet,” tuturnya.
Sebagai solusi, Eri meminta Dishub segera memetakan seluruh titik rawan kemacetan di Surabaya dan menyiapkan skema rekayasa lalu lintas sesuai kondisi di lapangan. Ia menilai petugas harus mampu mengambil langkah cepat ketika kepadatan kendaraan mulai terjadi.
Eri juga mengingatkan keberhasilan rekayasa lalu lintas yang diterapkan di kawasan Jalan Wali Kota Mustajab menuju Jalan Gubeng Pojok. Saat volume kendaraan meningkat, arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Jaksa Agung Suprapto sehingga kepadatan dapat dikurangi.
Selain pemetaan, ia meminta petugas Dishub yang berjaga di lapangan dibekali handy talky (HT) agar koordinasi berlangsung lebih cepat ketika terjadi kemacetan.
“Dishub itu harus tahu titik yang rawan macet itu di mana, berdiri di sana, dikasih HT (handy talky). Jangan hanya berdiri saja, tapi nggak bawa HT, mulai hari ini kalau ada macet jangan hanya berdiri saja,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Eri berharap seluruh jajaran Pemerintah Kota Surabaya mampu mengubah pola kerja menjadi lebih cepat, inovatif, dan responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Saya berharap, mulai hari ini terjadi perubahan,” pungkasnya.













