Berbagai macam bantuan harus dipetakan dengan detail, agar nantinya tidak tumpang tindih dan sebarannya bisa merata, menjangkau masyarakat yang kurang mampu. “PSBB itu Pemkot dan Pemkab kan, bukan semata Pemprov. Bantuan untuk masyarakat ini pos nya dari Pusat, Prov, dan kab/kota. Bagaimana overlaynya? yang dicover provinsi siapa? Kalo ga jelas, bisa tumpang-tindih, ada PKH, ada BPNT, ada dari pemprov, ada pula kab/kota sbg konsekuensi PSBB,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, telah membuka Lumbung Pangan Jatim yang berada di Jatim Expo. Ini disediakan untuk warga terdampak pandemi Covid-19. “Masyarakat bisa membeli keperluan rumah tangga seperti beras, gula, minyak goreng, telur ayam, frozen food, minuman, mi instan, bawang putih, dan produk lainnya. Ini disediakan untuk memenuhi kebutuhan logistik masyarakat dan lokasinya pun mudah diakses,” jelasnya.
Khofifah mengatakan stok beras saat ini sekitar 3,3 juta ton. Menurutnya ketersediaan beras masih mencukupi hingga Juni. “Estimasi luas lahan penghasil panen beras di Jatim mencapai 433 ribu hektare, sehingga Bulog Jatim menyampaikan ketersediaan beras tercukupi,” katanya saat itu.












