“Setidaknya legislatif DPRD Jatim harus tahu anggaran ini digunakan untuk apa saja. Breakdown programnya seperti apa,” ujarnya.
Bahkan, pihaknya sempat mempertanyakannya dalam rapat paripurna kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa. “Paripurna tadi, saya tanyakan itu jawabannya umum. Kita perlu tahu breakdownnya seperti apa. Karena ini menjadi penting,” tambahnya.
Disamping itu, Komisi A juga ingin tahu OPD mana saja yang dikepras anggarannya untuk penanangan Covid-19. “Ini harus disampaikan dengan baik kepada kita selaku mitranya,” imbuhnya.
Apalagi, Pemprov juga menerima sumbangan dari pihak luar. Apakah hal itu menjadi tambahan dari Rp 2,348 triliun atau bagaimana. “Prinsipnya kita mendukung kok, tapi harus efektif dalam penggunaannya, efisien tidak tumpang tindih dengan dana pemkab dan pemkot, transparan untuk apa saja,” teragnya. (Caa)



