Di samping itu, pada tahun 2018, Dinas Pendidikan juga memberikan beasiswa bagi hafidh atau penghafal Al-Quran di tingkat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 10 anak, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5 anak, Sekolah Menengah Atas (SMA) 6 anak, dan bagi mahasiswa 13 anak. “Tahun 2018 itu, beasiswa bagi hafidh 34 anak,” ujar Supomo.
Sedangkan tahun 2019, Dinas Pendidikan memberikan beasiswa Hafidh sebanyak 399 anak, yang terdiri dari Taman Kanak-kanak (TK) 27 anak, penghafal 3 juz tingkat SD 209 anak, penghafal 5 juz tingkat SD 98 anak, penghafal 7 juz tingkat SMP 44 anak, dan penghafal 10 juz tingkat SMP 21 anak.
“Jadi, sangat banyak beasiswa yang diberikan kepada anak-anak Surabaya. Harapan kami beasiswa ini dapat menunjang masa depan mereka, sehingga mereka bisa memutus mata rantai kemiskinan di keluarganya masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Salman Faris, satu diantara lima penerima beasiswa Pilot mengatakan terimakasih banyak kepada Wali Kota Risma dan jajaran Pemkot Surabaya yang telah memberikan beasiswa pilot ini. Ia juga mengaku tidak pernah menyangka akan menjadi pilot karena berasal dari keluarga yang kurang mampu.
“Setelah saya lulus pendidikan pilot, saya kerja di Citilink dan saat ini saya bisa mencover keluarga inti, adik dua-duanya saya cover biaya pendidikannya, sedikit-sedikit tante dan saudara lainnya juga saya bantu. Jadi, benar-benar sangat berpengaruh dalam perekonomian keluarga kami. Tiada kata lain selain terimakasih sebesar-besarnya Bu Risma. Semoga ibu sehat selalu, amin,” kata Salman sambil meneteskan air matanya. (ADV)












