Advertorial

Selama Masa Kepemimpinan Wali Kota Risma, Konsisten Memutus Mata Rantai Kemiskinan dengan Beasiswa Pendidikan

×

Selama Masa Kepemimpinan Wali Kota Risma, Konsisten Memutus Mata Rantai Kemiskinan dengan Beasiswa Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Wali kota yang juga menjabat Presiden UCLG ASPAC ini memastikan, kualitas kerja dari anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu ini sangat luar biasa. Sebab, mereka sadar bahwa berasal dari keluarga yang kurang mampu, dan jarang-jarang mendapatkan kesempatan kerja di tempat yang tidak pernah mereka pikirkan. “Jadi, mereka itu biasanya rajin-rajin, loyal, dan dapat membantu keluarga atau lingkungannya,” ujarnya.

Sejak tahun 2010-2017, program beasiswa Gemas ini dikelola oleh Dinas Sosial. Dengan berjalannya waktu, sejak tahun 2018 sampai sekarang, dialihkelolakan kepada Dinas Pendidikan Surabaya. Sejak saat itu pula, program beasiswa ini semakin masif dan bervariasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo menjelaskan bahwa pada saat dikelola oleh Dinas Sosial , program beasiswa itu sudah dirasakan manfaatnya oleh 791 anak Surabaya. Mereka menyebar di berbagai perguruan tinggi, diantaranya di Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) sebanyak 73 orang, Universitas Airlangga (UNAIR) 267 orang, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) 184 orang, dan di Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) 89 orang, Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes 31 orang, dan di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim 57 orang.

Selain itu, ada pula beasiswa pelatihan design baju dan menjahit 1 orang, Basic Aircraft Strukture-ATKP 23 orang, Diklat Operator Lantai Bor-Migas 14 orang, Diklat Operator Lantai Perawatan Sumur-Migas 8 orang, Diklat Juru Las-Migas 15 orang, dan Diklat Aircraft Technical Assistant-ATKP 24 orang. “Yang paling fenomenal adalah kami memberikan beasiswa pendidikan pilot kepada 5 orang anak Surabaya yang kurang mampu. Saat ini mereka sudah bekerja sebagai pilot di Citilink,” tegasnya.

Setelah pengelolaannya berada di Dinas Pendidikan, program beasiswa Gemas itu telah dirasakan oleh 2.141 anak Surabaya. Mereka berada di UPN 198 anak, UNESA 458 anak, UNAIR 275 anak, ITS 68 anak, Poltekkes 96 anak, PENS 22 anak, PPNS 31 anak, UINSA 323 anak, Trunojoyo 4 anak, UINMA 1 anak, UNS 1 anak, Poltekbang 47 anak, Politeknik UBAYA 179 anak, dan Unitomo 5 anak. “Khusus yang di kampus-kampus ini sebanyak 1.708 anak yang menerima beasiswa,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *