Setelah peletakan batu pertama pada Selasa, proyek pembangunan iLaB ini ditarget rampung dalam hitungan 181 hari kerja. Karena, bulan Januari 2020 iLaB ini ditarget harus sudah beroperasi.
Fasilitas iLaB terdiri dari dua gedung utama dengan luasnya 3.376 meter persegi. Perlengkapannya terdiri atas fasilitas peralatan proses, karakterisasi dan pengujian terkait dengan bioproduk dengan sistem terintegrasi.
Prof Enny menjelaskan bahwa sebelumnya belum ditemukan fasilitas sejenis ini di Indonesia, sehingga iLaB memiliki posisi yang sangat penting dan dapat berkontribusi secara nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) nasional dan sistem inovasi nasional. (ant/wan)












