Paling tak kalah penting, sebut Enny bahwa iLaB ini nantinya menjadi alat ukur serfikasi dan standarisasi bioproduk yang datang dari negara luar, alias impor.
“Kita tidak ingin dibanjiri produk-produk impor tapi dia tidak standar, tidak tersertifikasi. Sehingga kita tidak dikibulin atau dibohongin produk luar yang katanya bagus tapi tidak sesuai standar,” lanjutnya.
Ke depan iLaB ini, menurutnya bisa juga digunakan perusahaan swasta bioproduk untuk mengurus sertifikasi dan standarisasi produknya. Sehingga, jika dilihat secara global akan meningkatkan mutu bioproduk dalam negeri.
“Kalau yang sadar, industri pasti punya standarisasi, kalau tidak mereka tidak akan bisa bersaing dengan produk dari luar,” tambahnya.












