Berita UtamaCakrawala SurabayaIndeks

Angka Penderita DBD Tertinggi, Camat Tandes dan Wonokromo Kena “Strap” Wali Kota Saat Apel Gebyar PSN

×

Angka Penderita DBD Tertinggi, Camat Tandes dan Wonokromo Kena “Strap” Wali Kota Saat Apel Gebyar PSN

Sebarkan artikel ini
Camat tandes paling kanan saat berdiri didepan

Menurut Wali Kota Risma, apabila berusaha memberantas DBD, maka tidak hanya mendapatkan manfaat di dunia, tapi juga bisa mendapatkan pahala di akhirat nanti. Bahkan, ia mengaku apabila berbuat baik kepada sesama manusia, maka Wali Kota Risma yakin tuhan tidak akan tinggal diam.

“Bayangkan kalau itu kepala keluarga dan sampek kejadian meninggal dunia. Maka anak-anaknya akan jadi anak yatim piatu dan kemungkinan kalau ibunya tidak bisa membiayai sekolah akan putus sekolah. Kalau sudah putus sekolah lalu akan jadi anak nakal, sehingga kita juga ikut salah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Drg. Febria Rachmanita menjelaskan pada Bulan Januari 2019 ini, awalnya hanya ada 12 penderita demam berdarah. Lalu bertambah lagi sekarang menjadi 23 orang, dan 3 diantaranya masih inveksi DBD. “Jumlah ini memang menurun dibanding Januari 2018 yang jumlahnya mencapai 42 kasus. Saat ini hanya 23 orang. Jadi, dari 31 kecamatan ada 11 kecamatan yang ada penderita DBD-nya,” kata Feni-sapaan Febria Rachmanita.

Hingga saat ini, lanjut dia, ada 23 ribu kader Bumantik di seluruh daerah di Kota Surabaya. Mereka setiap minggu sekali dan ada yang seminggu dua kali turun ke rumah-rumah warga untuk memantau jentik. “Mereka ini sukarelawan yang dengan ikhlas memantau jentik demi memberantas DBD ini,” pungkasnya. (hdi/cn02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *