
Surabaya, cakrawalanews.co – Ada pemandangan berbeda saat gelaran apel gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dilapangan Thor, Jumat (01/02) pagi.
Pasalnya, pada kegiatan apel tersebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini nampak menyuruh dua camat untuk berdiri didepan para peserta apel yang dihadiri sekitar 5.116 kader yang terdiri dari kader Bumantik, Rumantik (Guru Pemantau Jentik), Wamantik (Siswa Pemantau Jentik), LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan), dan pihak kecamatan.
Rupanya dua camat yang kena “Strap” tersebut ternyata angka penderita demam berdarahnya tertinggi di Surabaya. yaitu Camat Tandes Dodot Wahluyo dan Camat Wonokromo Tomi Ardiyanto. Dua camat itu pun berdiri di hadapan Wali Kota Risma hingga apel PSN itu selesai.
“Dua kecamatan ini yang tertinggi jumlah kasusnya. Jadi, ayo terus bergerak. Buktikan kalau kita bisa memberantas DBD. Ayo kita kasik rambu-rambu ke nyamuk-nyamuk itu, dilarang masuk Surabaya,” tegas Wali Kota Surabaya Tri rismaharini seusai menyuruh dua camat tersebut berdiri didepan.












