Berita UtamaCakrawala SurabayaIndeks

Angka Penderita DBD Tertinggi, Camat Tandes dan Wonokromo Kena “Strap” Wali Kota Saat Apel Gebyar PSN

×

Angka Penderita DBD Tertinggi, Camat Tandes dan Wonokromo Kena “Strap” Wali Kota Saat Apel Gebyar PSN

Sebarkan artikel ini
Camat tandes paling kanan saat berdiri didepan

Ia juga menjelaskan bahwa Kecamatan Tandes yang dibilang tertinggi oleh Wali Kota Risma, ternyata saat ini ada 5 orang yang terkena DBD. Sedangkan tertinggi kedua adalah Wonokromo yang ada 4 orang yang terkena DBD.

“Oleh karena itu, di hampir semua kecamatan di Surabaya, terutama di Tandes dan Wonokromo diminta untuk terus gencar mencegah DBD ini,” kata dia.

Dalam sambutannya Wali Kota Surabaya Risma mengatakan angka penderita Demam Berdarah (DBD) di Kota Surabaya memang turun dan terendah di Jawa Timur. Namun, Risma tetap meminta kepada semua pihak, terutama Bumantik (Ibu Pemantau Jentik) untuk selalu gencar turun memantau jentik di rumah-rumah warga.

Pada kesempatan itu pula, Wali Kota Risma menjelaskan sebetulnya demam berdarah itu bisa dicegah. Terbukti, dari tahun ke tahun kasus penderita demam berdarah menurun di Kota Surabaya. Pada Bulan Januari 2018, kasus penderita demam berdarah di Kota Surabaya sebanyak 42 kasus dan meninggal satu orang. Sedangkan Januari 2019 ini, kasus penderita demam berdarah di Surabaya 23 orang.

“Artinya, di sini sudah ada penurunan dan saya yakin ini masih bisa ditekan kembali. Makanya, saya mohon dengan hormat untuk selalu menghindarkan keluarga dan tetangga kita dari DBD. Saya tidak ingin ada korban lagi di Surabaya,” kata Wali Kota Risma dalam sambutannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *