Ia mengatakan, upaya memperkuat koordinasi ini untuk menumbuhkan gerakan menurunkan prevalensi penyalahguna narkotika di Jatim. Salah satu bentuk koordinasi yakni bekerjasama dengan tiga pilar trisula yang ada di desa, MoU dengan bupati/walikota se-Jatim untuk gerakan penurunan prevalensi penyalaguna narkotika.
“Koordinasi ini bisa menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di Jatim. Kalau pencegahan, programnya harus berkelanjutan dan semakin diperkuat. Yang paling berat adalah menjadikan gerakan masyarakat untuk menurunkan penyalahguna narkotika,” kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.
Lebih lanjut disampaikannya, tugas Pemprov Jatim terus mendorong gerakan penurunan prevalensi penyalahguna narkotika menjadi lebih efektif. Meningkatnya populasi penyalahguna narkotika membuat pemerintah perlu mengambil langkah yang tepat untuk menurunkan jumlah penyalaguna narkotika.











