Namun, angka tersebut masih tinggi dari batasan yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni 20 persen dari total anak. Terkait itu, Kementerian Kesehatan kini tengah melakukan intervensi spesifik sampai terjadi perubahan perilaku.
“Jadi memang ini tugas tidak hanya memberikan makanan tambahan ataupun memberikan juga tablet tambah darah mulai dari remaja, tetapi kami juga harus intervensi sensitif yaitu kita memerlukan akses air bersih, kita memerlukan sanitasi,” kata Nila. (rur)



