Menurut dia, dari responden yang khawatir itu, sebesar 74, 5 persen menyatakan mereka ingin hoaks di media sosial dibersihkan atau ditertibkan.
“Mereka yang setuju bahwa media sosial harus dibersihkan dari hoaks merata di semua segmen pemilih,” ujarnya.
Dia menjelaskan hal itu terlihat dari tingkat pendidikan tinggi maupun rendah, masyarakat kecil maupun ekonomi mapan, merata di pendukung partai politik, pendukung capres hingga para pengguna media sosial.
Menurut dia, di segmen pendidikan, responden yang lulus SD atau dibawahnya sebesar 67,3 persen yang menyatakan setuju media sosial harus dibersihkan dari berbagai ujaran kebencian dan hoaks.



