Cakrawala Ekonomi

Berinovasi, Ciptakan Mesin Produksi Biji Kopi

×

Berinovasi, Ciptakan Mesin Produksi Biji Kopi

Sebarkan artikel ini

Selama ini, lanjut dosen berjilbab ini, sistem produksi kopi yang dilakukan di Blitar masih sangat manual. Produsen kopi melakukan aktivitas penggorengan diatas tungku tanah seperti wajan, dari hasil penggorengan itu jumlah produksinya sangat minim. Dalam satu jam, proses penggorengan menghasilkan 1 kilogram. Jumlah tersebut masih sangat kurang, karena permintaan kopi yang sudah digoreng sangat besar. “Kan membuang banyak permintaan, padahal pasar sangat besar. Kemudian kami berdiskusi untuk meningkatkan jumlah produksi yang dihasilkan,” ujar dia.

Dari diskusi itu, ketiga dosen kampus yang memiliki tiga lokasi ini memutuskan untuk melihat secara langsung produsen kopi tradisional di Blitar, di Jalan Tanjung nomor 191 Blitar. Produsen tersebut mempraktekan proses penggorengan secara manual, biji kopi dibolak balik sampai berwarna coklat gelap dan mengeluarkan aroma khasnya atau dihitung waktu sekitar 60 menit.  Proses penggorengannya dilakukan dengan menggunakan arang, supaya hasilnya bagus.

Dalam satu kali penggorengan, biji kopi yang dapat diolah sekitar 1 kilogam. Satu hari terdapat 5 kilogram biji kopi arabika yang berhasil diolah, sehingga membutuhkan waktu 5 jam untuk proses pengolahan. “Proses yang selama ini dilakukan kami nilai kurang efektif. Kami berfikir dan membuat mesin penyangraian dengan teknologi hybrid,” terang Isnaini Muhandhis, anggota tim pengabdian masyarakat UWP.

Isnaini menuturkan, mesin penggorengan biji kopi ini dirancang dengan teknologi hybrid yaitu bisa digerakkan secara manual maupun otomatis. Mesin penyangrai terdiri dari tungku tanah liat yang berbentuk tabung yang berfungsi untuk menampung biji kopi yang disangrai. Tungku dibuat dalam ukuran yang cukup besar sehingga dapat memuat 10 kilogram biji kopi dalam satu kali pengolahan.

Tungku dilapisi dengan besi berlubang untuk mempercepat proses pemanasan, dan supaya biji kopi dapat matang secara merata. Kemudian tungku diletakkan di atas rangka besi tebal kemudian kompor gas diletakkan dibawahnya sebagai pemanas. Penggunaan bahan tungku dari tanah liat tetap dipertahankan agar tidak merubah cita rasa tradisonal kopi arabika yang merupakan konsep produk mitra produsen kopi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *