Ia berharap keterlibatan warga dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut bertanggung jawab atas infrastruktur di lingkungannya.
“Kalau melibatkan warga langsung kan dia merasa memiliki sehingga pekerjanya itu lebih optimal gitu,” pungkasnya.
Pengalihan sebagian pekerjaan saluran lingkungan ini juga berdampak pada anggaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya.
Pada 2027, anggaran dinas tersebut direncanakan sebesar Rp2,1 triliun, turun dari sekitar Rp2,3 triliun pada 2026.
Eri menjelaskan, penurunan itu salah satunya karena sejumlah proyek besar saluran perkotaan telah dituntaskan pada tahun ini.
Sementara sebagian pekerjaan saluran lingkungan dialihkan melalui dana kelurahan. (*)



