Menurutnya, unsur keamanan, kepedulian terhadap lingkungan, serta gotong royong yang menjadi bagian dari ASRI dapat diintegrasikan dalam pengembangan Kampung Pancasila.
“Nah, di gerakan ASRI dengan apa yang menjadi cita-cita Kampung Pancasila ini, ini beriringan. Ada muatan yang kemudian ada di dalam Kampung Pancasila ini terkait keamanan dan sadar lingkungan ini juga ada. Maka ini bisa menjadi apa? Sinergitas,” jelas Politisi Gerindra ini.
Ia menilai kampung-kampung yang telah mengikuti program Kampung Pancasila dapat menjadi contoh penerapan Gerakan ASRI di tingkat masyarakat.
Dari lebih dari seribu RW di Surabaya, sebelumnya telah disaring sekitar 500 RW untuk mengikuti proses kompetisi Kampung Pancasila.
Menurut Kahfi, capaian kampung-kampung tersebut dapat menjadi portofolio sekaligus rujukan bagi wilayah lain untuk menerapkan konsep lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah sesuai karakter masing-masing.
Namun, Kahfi mengingatkan agar Gerakan ASRI tidak berhenti pada kegiatan penanaman pohon atau bersih-bersih yang hanya dilakukan dalam momentum tertentu.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan adanya pendampingan agar kesadaran menjaga lingkungan bisa menjadi kebiasaan warga.
“Bagaimana melihat kampung yang padat ini. Bagaimana kemudian dengan kita punya program namanya Kampung Pancasila, fokus pada lingkungan, ketika padat penduduk perlu ada intervensi pemerintahnya dalam hal pendampingan,” tegasnya.
Ia mencontohkan persoalan pengelolaan sampah di kawasan padat penduduk.




