Pemuda perlu mendapat pendampingan pengelolaan keuangan agar modal usaha tetap terjaga dan kegiatan bisa berkelanjutan.
“Pengawasan keberlanjutan itu sebenarnya tidak cukup dari SPJ-nya sebenarnya,” katanya.
Selain itu, Cahyo menyebut plafon anggaran dapat digabung untuk kegiatan bersama.
Dua RW bisa mengakumulasi dana menjadi Rp10 juta, sedangkan tiga RW menjadi Rp15 juta.
Skema ini dinilai bisa menjadi solusi bagi wilayah yang kesulitan menjalankan usaha secara mandiri.
Menurutnya, sosialisasi dan pendampingan perlu diperkuat agar anggaran tersebut benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi generasi muda Surabaya. (*)













