Ia menilai evaluasi diperlukan agar pelaksanaan PMT tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memperhatikan kebutuhan gizi balita.
Besaran anggaran perlu dilihat bersama komposisi menu, harga bahan pangan, serta mekanisme penyediaan makanan di lapangan.
Selain persoalan anggaran, ia juga menyoroti perlunya sinkronisasi program pemenuhan gizi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Surabaya.
Koordinasi ini dinilai penting agar program yang menyasar balita, anak-anak, dan ibu menyusui dapat berjalan lebih terarah.
Ia mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga menyasar kelompok penerima manfaat tertentu.













