Mereka bersama-sama memverifikasi kondisi ekonomi warga berdasarkan keadaan nyata di lingkungan masing-masing.
“Jadi sekarang Surabaya tidak lagi melihat desil, tetapi kita menentukan prioritas 1, 2, dan 3 secara bersama-sama. Yang menentukan bukan hanya Pemkot, tapi seluruh warga di RT tersebut. Warga sendiri yang akan melihat dan menentukan, misalnya mana lansia yang belum dapat bantuan sama sekali dan tidak punya apa-apa, itu yang jadi prioritas pertama,” jelasnya.
Pendekatan berbasis lingkungan tersebut menjadi bagian dari semangat Kampung Pancasila.
Eri berharap warga ikut mengawasi agar bantuan benar-benar diterima mereka yang membutuhkan.
Pemkot juga meminta masyarakat memanfaatkan kanal pengaduan dan pengecekan, termasuk aplikasi Cek Wargaku, apabila menemukan persoalan dalam data maupun penyaluran bantuan.













