Surabaya, CakrawalaNews.co – Data kesejahteraan kembali dipersoalkan warga Surabaya. Sejumlah warga mengaku tercatat dalam desil tinggi meski kondisi ekonomi mereka sehari-hari dinilai jauh dari kategori mampu.
Keluhan itu mencuat dalam reses Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno di Kecamatan Sukolilo.
Salah satunya disampaikan Erna Susanti, warga RT 5 RW 3 Kelurahan Nginden Jangkungan, yang mengaku tercatat dalam Desil 9.
Erna mengaku heran dengan status tersebut karena keluarganya masih tinggal menumpang di rumah keluarga.
Bahkan, beberapa anggota keluarganya harus berbagi satu kamar.
“Saya enggak merasa di Desil 9. Rumah saja masih numpang keluarga, satu kamar ditempati beberapa orang. Jangankan punya mobil, motor saja masih kredit. Tapi kok masuk Desil 9, saya juga heran,” ujarnya saat menyampaikan aspirasi dalam reses pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Menurut Erna, persoalan data tersebut bukan hanya menyangkut dirinya.
Ia khawatir status desil tinggi justru membuat anaknya yang belum memiliki pekerjaan tetap kehilangan kesempatan memperoleh program bantuan maupun kemudahan dari pemerintah.













