“Karena memang load-nya besar sekali. Jadi banyak warga yang butuh membutuhkan transportasi ini. Padahal dulu waktu awal-awal kan masih banyak yang ragu ya. Tapi ternyata memang dibutuhkan sekali, apalagi yang jurusan Benowo-Tunjungan ini yang overload-nya luar biasa karena bisnya masih bis medium,” katanya.
Wiliam menilai persoalan tersebut bukan sekadar soal jumlah penumpang yang tinggi, tetapi juga menyangkut kemampuan armada dalam mengikuti pertumbuhan kebutuhan masyarakat.
Jika jumlah pengguna terus meningkat sementara armada masih menggunakan bus berkapasitas medium, maka penambahan kapasitas dinilai menjadi kebutuhan.
“Ya, mungkin ke depannya bisa diperbesar bisnya atau ditambah bisnya,” pungkasnya.
Dorongan tersebut menjadi perhatian bagi Pemkot Surabaya untuk mengevaluasi kapasitas rute transportasi Benowo-Tunjungan.
Pilihannya bukan hanya menambah jumlah bus, tetapi juga memastikan ukuran armada sesuai dengan tingkat kebutuhan penumpang. (*)












