Anggaran infrastruktur pelayanan publik sekitar Rp6,22 triliun diarahkan untuk penanganan dan pencegahan banjir, pemerataan pelayanan, kelancaran mobilitas, hingga peningkatan kualitas lingkungan.
Dengan porsi hampir separuh belanja daerah, pemerataan infrastruktur menjadi salah satu titik penting dalam RAPBD 2027.
Termasuk memastikan kawasan Surabaya Timur ikut mendapat bagian dari pembangunan tersebut.
Lilik mengatakan program prioritas 2027 masih banyak berupa kelanjutan pekerjaan tahun sebelumnya.
“Prioritas masih meneruskan lanjutan dari program-program kita yang tahun lalu, tahun 2026. Dengan pembiayaan itu masih kita lanjutkan tahun ini,” katanya.
Untuk Surabaya Timur, Pemkot masih memilih mengejar penyelesaian PSU bersama pengembang.
Persoalan tersebut menjadi bagian penting sebelum pengembangan kawasan diterjemahkan lebih jauh dalam proyek strategis.













