“Terutama karena saya di Komisi D, saya menemukan bahwa di sekolah itu masih ditarik urunan kas untuk beli sapu, cikrak, terus kipas angin. Padahal seharusnya itu kan bisa dipakai BOS gitu ya,” ujarnya.
Tak hanya persoalan kebutuhan peralatan, Wiliam juga menyoroti kondisi toilet dan wastafel di sejumlah sekolah yang disebut tidak berfungsi dalam waktu lama.
“Toilet tidak berfungsi, wastafel sudah tahunan tidak bisa dipakai, itu masih banyak di sekolah. Dan laporan itu bergulung-gulung banyak yang masuk ternyata tidak cuma satu-dua sekolah. Ada banyak sekolah yang seperti itu, apalagi yang di pinggiran-pinggiran,” ungkapnya.
Ia bahkan menyebut terdapat sekolah negeri yang kondisi ruang kelasnya dinilai memprihatinkan.
Salah satunya SMP Negeri 60 Surabaya yang disebut memiliki ruang kelas tanpa pintu.
“Terus ada juga sekolah yang pintu kelasnya tidak ada. Jadi pintu kelasnya itu tidak ada, bolong. Itu sekolah negeri, jadi ini kan sangat miris, itu di SMP 60” kata Wiliam.













