Cakrawala Pasar

Seribu Lebih UMKM Pangan Surabaya Jadi Pasar Ekonomi Berbasis Terigu

×

Seribu Lebih UMKM Pangan Surabaya Jadi Pasar Ekonomi Berbasis Terigu

Sebarkan artikel ini
Bogasari
Bogasari melatih puluhan UMKM Surabaya.

Penguatan kapasitas UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem usaha makanan berbasis terigu di Surabaya dan Jawa Timur.

Hingga Agustus 2026, jumlah UMKM makanan berbasis terigu yang menjadi mitra binaan Bogasari melalui keanggotaan Bogasari Mitra Card (BMC) di Surabaya telah mencapai lebih dari 1.000 UMKM.

Dari jumlah tersebut, sekitar 400 UMKM bergerak pada usaha roti dan pastry.

Sementara sekitar 350 UMKM lainnya mengembangkan bisnis jajanan pasar dan gorengan.

Besarnya jumlah pelaku usaha tersebut menunjukkan bahwa produk berbahan terigu memiliki rantai ekonomi yang cukup luas, mulai dari produksi makanan, pemasaran, penyerapan tenaga kerja hingga penggunaan bahan pangan dan komoditas pertanian lainnya sebagai bagian dari produk.

“Ini membuktikan, dari hasil pengolahan gandum menjadi tepung terigu melahirkan banyak pilihan jenis makanan, menciptkan banyak peluang usaha makanan yang tentu berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja baru, dan menyerap berbagai komoditas pertanian untuk dikombinasi dengan terigu. Dan yang pasti tepung terigu merupakan bahan pangan yang sudah difortifikasi dengan beragam vitamin dan nutrisi dengan harga jual yang sangat terjangkau oleh masyarakat,” tambah Bagus.

Dari sisi pemerintah daerah, pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan maupun membuka usaha baru.

“Pelatihan ini sangat bagus dan pasti sangat bermanfaat. Dan ini sudah kita lakukan juga di tahun lalu bersama Bogasari dengan peserta berbeda dan kami terus monitor,” ujar Agus yang didampingi Kepala Bidang Pelatihan Disnaker Surabaya Ibrahim Zaky.

Dengan demikian, pelatihan UMKM tidak berhenti pada peningkatan kemampuan produksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *