Artinya, pemilihan moda transportasi tidak lagi sekadar persoalan memindahkan barang dari satu titik ke titik lainnya.
Efisiensi, kepastian distribusi, keamanan, serta keberlanjutan turut menjadi bagian dari perhitungan bisnis.
Dominasi angkutan petikemas dalam volume barang KAI Daop 8 menunjukkan besarnya kebutuhan distribusi barang yang membutuhkan sistem pengiriman terjadwal dan kapasitas angkut besar.
Selain petikemas, angkutan BBM juga memberikan kontribusi signifikan dengan volume lebih dari 600 ribu ton selama delapan bulan pertama 2026. KAI juga mengangkut barang retail dan berbagai komoditas lainnya.
Keragaman tersebut menunjukkan layanan angkutan barang berbasis rel tidak hanya menyasar satu sektor usaha.
Bagi pelaku industri dan perdagangan, keberadaan alternatif moda transportasi menjadi penting untuk mengantisipasi kebutuhan distribusi yang semakin beragam.
KAI Daop 8 Surabaya pun menyatakan akan terus memperkuat layanan angkutan barang melalui peningkatan keselamatan, keandalan operasional, optimalisasi layanan, serta kolaborasi dengan pelanggan dan pemangku kepentingan.
“Kami ingin layanan angkutan barang KAI dapat menjadi bagian dari solusi logistik bagi dunia usaha. Tidak hanya mendukung kebutuhan distribusi, tetapi juga mendorong pola logistik yang semakin efisien dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan pelanggan, kami dapat memahami kebutuhan distribusi secara lebih baik dan menghadirkan layanan yang memberikan manfaat bagi kelancaran rantai pasok,” tutup Mahendro. (*)



