Besarnya volume petikemas yang diangkut menunjukkan kereta api memiliki ruang untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri dan perdagangan, terutama dalam distribusi barang antardaerah.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan pertumbuhan angkutan barang tersebut memperlihatkan bahwa fungsi kereta api kini tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga aktivitas ekonomi.
“Kereta api memiliki karakteristik mampu mengangkut barang dalam jumlah besar dalam satu perjalanan dengan pola perjalanan yang terjadwal. Hal ini dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi pelaku usaha dalam menentukan moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhan distribusinya,” ujar Mahendro dari keterangan resminya Kamis, 24 September 2026.
Bagi dunia usaha, pilihan moda transportasi memiliki konsekuensi terhadap pola distribusi, kapasitas, waktu pengiriman, hingga keberlanjutan rantai pasok.
KAI melihat karakteristik angkutan berbasis rel dapat menjadi salah satu pilihan untuk perusahaan yang membutuhkan distribusi dalam volume besar sekaligus terjadwal.
“Pengangkutan barang melalui kereta api memungkinkan volume yang besar didistribusikan dalam satu perjalanan. Dari sisi keberlanjutan, karakteristik tersebut menjadikan angkutan berbasis rel sebagai salah satu pilihan yang dapat mendukung upaya perusahaan dalam membangun rantai logistik yang lebih ramah lingkungan,” lanjut Mahendro.
Pertumbuhan angkutan barang tersebut juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk melakukan diversifikasi moda transportasi.
Dengan jaringan rel yang menghubungkan berbagai wilayah, perusahaan dapat menyusun strategi distribusi berdasarkan kapasitas barang, tujuan pengiriman, jadwal, hingga karakteristik komoditas.



